Wednesday, January 18, 2017

Bukittinggi - Padang Juli 2016 #Day 4

Day #4, 24 jul 2016

1. Itiak lado Ijo
Hari masih pagi...diiringi rinai gerimis kami memulai perjalanan hari ini dengan mencicipi Itiak Lado Ijo yang sangat kondang di seluruh penjuru tanah air...
Lokasinya ada di Ngarai Sianok...
Sengaja pagi2 kesini karena karena masih sepi....
Konon kabarnya kalau agak siangan ramai sekali penggunjungnya...sedangkan kalo kesorean bisa2 kehabisan...
Itiak/Itik nya gurih dan empuk...mungkin karena dimasak dalam waktu yang lama...dan lado mudo/sambal ijonya puedes (karena saya nggak doyan pedes).
Gulai cincangnya juga enak hanya buat saya agak sedikit berminyak....
Yang penting puas karena sudah mencicipi kuliner yang cukup terkenal ini....



2. Lawang park
Menuju ke arah Danau Maninjau, kami mampir sebentar di Lawang Park untuk melihat keindahan danau Maninjau dari atas....


Lawang Park ini biasanya digunakan untuk acara-acara team building.
Taman-tamannya bisa dibuat outbound, ada hall yang bisa dipakai kegiatan indoor kalau hujan..pemandangannya indah...udaranya sejuk...lengkap sudah... :)

Memandang Danau Maninjau dari Lawang Park sangat tergantung dari cuaca....
Pas disana cuaca agak gerimis...otomatis mendung menggantung cukup tebal menyelimuti permukaan Danau....
Dengan sedikit bersabar alam berbaik hati meniupkan sang angin untuk sedikit menggeser gumpalan kabut yang menyelimuti....
MasyaAllah...indah sekali....

3. Danau maninjau
Merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian 461.5 meter di atas permukaan laut.
Untuk bisa mencapai Danau Maninjau jika dari arah Bukittinggi maka akan melewati jalan berkelok-kelok yang dikenal dengan Kelok 44 sepanjang kurang lebih 10 km mulai dari Ambun Pagi sampai ke Maninjau. Hati-hati buat yang suka mabok kendaraan... :)





4. Great wall Koto Gadang
Keren yaa namanya... :)
Mirip-mirip tembok cina katanya.....
Konon ceritanya ini dulunya adalah salah satu dari sekian banyak janjang 1000 (janjang=tangga).
Digunakan untuk menghubungkan kampung yang diatas ngarai dengan yang dibawah...
Sebutannya sih janjang 1000 tapi kalau benar2 dihitung kayaknya nggak nyampe 1000 deh....
Awalnya sempat pesimis...duh kuat nggak yaa turun tangga 1000 biji...ternyata nggak sampai 10 menit sudah sampai di bawah....
Kalau perjalanan naik sih sudah pasti ngos2an.....


Sesampainya di bawah, kalau disusuri terus, dari great wall ini akan ketemu dengan pintu masuk Goa Jepang....dan pemandangannya cakep....Ngarai Sianok...


5. Es ampiang dadiah

Setelah lelah seharian keliling, saatnya mencari kuliner yang mulai langka...yaitu Ampiang Dadiah...
Mulai langka karena penjualnya cuma sedikit...dan ini mungkin juga dipengaruhi oleh peminatnya yang sedikit....karena dari beberapa orang Minang yang kami tanya tidak banyak dari mereka yang sungguh2 menikmati rasanya.... :(

Ampiang Dadiah itu terdiri dari semacam yoghurt yang terbuat dari susu kerbau....yang ditaruh dalam bumbung bambu seperti tampak pada foto di atas. Bentuk dadiahnya sih seperti tahu takwa gitu...putih lembut....
Arasanya asam seperti layaknya yoghurt biasa...cuma aroma susu nya lebih tajam. lalu diberi serutan es dan sirup gula merah
Satu-satunya penjual ampiang dadiah yang kami temui ada di dalam pasar ateh....untuuung aja masih buka....karena biasanya tutup jam 6 sore.

6. Es tebak
Merupakan salah satu es favorit selama kami di Ranah Minang....
Sebenarnya sih es campur seperti pada umumnya...tapi yang ini aku sukaaa banget...




Es tebak ini berisi potongan agar2, cendol, tape singkong, cincau hitam lalu diberi serutan es dikucuri sirup merah, susu kental manis dan taburan roti yang dipotong kotak-kotak...
Kayaknya bakal bikin deh di Doha kalau summer nanti... :)