Tuesday, December 13, 2016

Bukittinggi - Padang Juli 2016 #Day 3

Day #3, 23 jul 2016

1. Kopi Kiniko


Dalam perjalanan menuju Istana Pagaruyung kami diantar ke sebuah tempat untuk duduk2 menikmati pemandangan alam yang indah sembari minum kopi....Namanya Kopi Kiniko.
Lokasinya agak masuk dari jalan besar. Tapi pemandangannya emang keren...

Selain kopi yang disajikan seperti pada umumnya, ada juga pilihan minuman yang terbuat dari seduhan daun kopi yang sudah diasapkan terlebih dahulu...
Ada juga seduhan daun Murbei yang katanya juga bermanfaat untuk kesehatan.
Rasanya unik dan konon katanya berkhasiat untuk kesehatan....
Dan semua yang disajikan di meja adalah free alias gratis.



Tapi jika anda ingin membawanya sebagai oleh-oleh juga bisa, karena di tempat ini juga tersedia toko oleh-oleh cemilan khas Sumatera Barat yang bisa dibeli.



2. Istana Pagaruyung

Istana Basa Pagaruyung..begitu nama lengkapnya, tapi pada umumnya orang menyebutnya Istana Pagaruyung.
Ini adalah kunjungan kedua kami, setelah tahun 1998...udah lama banget...
Agak sedikit berbeda interiornya, ini disebabkan karena pada tahun 2007 Istana Pagaruyung mengalami kebakaran hebat dan harus direnovasi.

Berada di dalam istana ini sungguh menyenangkan, interiornya cantik...lengkap dengan penjelasan dari petugasnya yang sangat informatif. Salut buat mbaknya yang pintar dan ramah....#jempol



Buat anda yang suka foto dengan kostum adat, di bagian bawah istana disediakan penyewaan pakaian adat dan boleh foto sesukanya.... :)





3. Nasi Kapau Uni Lis

Sepulang dari Istana Pagaruyung, sengaja kami nggak makan siang di jalan....karena tujuan kuliner hari ini  adalah Nasi Kapau Uni Lies.
Menyusuri bagian dalam Pasa Ateh (Pasar Atas), setelah beberapa kali bertanya akhirnya ditemukan juga warung Uni Lies. Merasa benar kalau ini kedai Uni Lies karena uni yang melayani persis sesuai dengan gambar di internet.. :p


Yang terkenal di kedai ini adalah Gulai Tambusu. Ini adalah gulai usus sapi yang didalamnya diisi campuran tahu dan telur yang sudah diberi bumbu. Rasanya...?? Uenaak....:)




4. Ngarai Sianok & Goa Jepang

Setelah selesai makan siang dan sholat, kami dijemput kembali oleh Uda Iqbal untuk diantar ke Ngarai Sianok.


Ngarai Sianok merupakan sebuah lembah yg cukup terjal memanjang sejauh 15 km, dengan lebar hampir 200 meter serta di kedalaman 100 meter.
Di bagian belakang los kios-kios yang jualan souvenir itu ada sebuah menara pantau, dari situ kita bisa memandang Ngarai Sianok sepuasnya.


Setelah puas menikmati Ngarai Sianok, kami berjalan ke bawah menuju ke Goa Jepang, atau dikenal juga dengan sebutan Lobang Jepang.
Goa Jepang ini adalah saksi bisu sejarah penjajahan Jepang yang masih tersisa sampai sekarang
Goa ini dulunya digunakan tentara Jepang sebagai tempat pertahanan di Bukittinggi sekitar tahun 1942-1945.
Disini kita bisa melihat bekas-bekas ruangan seperti ruang penyimpanan amunisi, ruang sidang di posisi lebih dalam goa, ruang tahanan, ruang dapur dan sebagainya....